Sebuah perploncoan? yah awalnya emang mikir gitu. Merupakan sebuah rahasia yang tak asing lagi di sebuah Fakultas bernamakan Perikanan dan Ilmu Kelautan. Terus? Apa bagusnya? Apa istimewanya?
Jadi One Day Fishing itu adalah... (saya males buka kamus perikanan dan saya yakin istilah ini tidak asing di telinga orang - orang yang berkecimpung di dunia perikanan toh? Jikalau ada orang perikanan yang tidak memahami atau mengerti istilah ini, yah semoga waktu ada jadwal pembagian otak anda sempat menghadirinya). Disini saya bukan mau bercerita teknis mengenai si "one day fishing itu", tapi ini tentang sebuah masa perkenalan departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, PSP IPB.
Sebelumnya saya gak pernah tau ada acara beginian (kalo tau mah, mending dulu gak pilih jurusan ini). Tapi itu cuma pikiran sempit orang yang belum tau rasanya kaya apa. "RASAIN DULU BARU KOMENTAR" (Ibay, 2010). Makanya buat kamu.. kamu.. dan kamu.. (inget yel-yel pribadi seseorang), jangan ngaku jadi anak PSP kalo belum ngerasain ODF. "Lalu apa yang kalian dapat dari kegiatan ODF hari ini?", pertanyaan itu yang selalu muncul di akhir kegiatan temu kangen tiap minggu oleh panitia. Temu kangen..? Akrab banget kayaknya mas, mba? Ngapain sih repot-repot pake rok, celana bahan ke kampus? Alamaaaaak itu kuno banget, nurut banget sih lo mau aja ngikutin omongan kakak kelas lo. Emang dia siapa? Kan lo ke IPB tujuan lo cuma belajar, yang bayar uang kuliah lo pun orang tua lo. Emang kakak kelas lo mau bayarin uang kuliah lo? Aduh yang itu kayaknya juga harus beli tanah lagi buat melapangkan pemikiran yang cuma sepetak. "KALAU LO MAU MENJADI SEBUAH BAGIAN, YA LO HARUS IKUT ATURAN YANG BERLAKU DISITU", itu sih intinya.
Kurang lebih kami, PSP 46 FPIK IPB (ini buat yang lulus ODF loh, yang ga lulus ya sorry sorry aja yeh, gak usah ngaku-ngaku deh lo. Mending sekarang lo urusin deh tuh gimana caranya dapet predikat lulus ODF), menjalani masa perkenalan departemen kami tercinta kurang lebih selama satu semester. Bayangkan satu semester (itu adalah waktu yang sangat "singkat" bukan? "bukan !!"). PSP terkenal departemen yang terisi oleh orang-orang yang luar biasa. Buktinya semester 3 kami biasa menghabiskan jatah SKS sebanyak 36 SKS dengan mata kuliah mayor sebanyak 21 SKS dan sisa 15 SKS lainnya mata kuliah ODF. Luar biasa hebatnya bukan? Disini kita terbiasa membagi waktu antara kuliah, tidur (serius lo bisa tidur nyenyak?), main (yakin bisa main? bisa tidur aja udah bagus banget). Intinya manage waktu, itu yang penting.
Selama itu kita menjalin hubungan erat satu angkatan. Terus hal itu berjalan tanpa hambatan? "tidak" jawabannya. Hal tersulit adalah menggiring (bebek kali digiring), menyatukan pemikiran yang cenderung beda di tiap individu. Egois, perkelahian, adu pendapat, seenak jidat, acuh, mau menang sendiri, totalitas, peduli, kumpul angkatan, cekcok adu bacot, uji mental, kabur-kaburan (maaf buat orang yang merasa tersinggung) udah jadi pelajaran kita setiap hari. Selama kurang lebih satu semester kita dipersatukan, diperkuat dengan segala macam karakteristik yang beda. Susah-seneng, pegel, capek aus, lemes, nangis, ketawa, ngakak, guling-guling, koprol (ah berlebihan). Merasakan apa yang lain rasakan, terdengar basi atau klasik, tapi ya emang begitu kenyataannya. Lo gak tau kan kalau lo itu masih berlebih diantara yang kekurangan?
Awalnya, boro-boro saya merasakan secuil hal yang positif. Di mata saya semuanya sia-sia, cuma buang-buang waktu, negatif. "Yang di depan terserah deh lo mau ngomong apa, yang penting gue aman". Tapi itu berlangsung hanya di awal sampai pertengahan rangkaian kegiatan ini. Dari pertengahan sampai akhir rangkaian kegiatan saya merasa banyak manfaatnya. Di kehidupan luar ternyata memang dituntut seperti itu. "Ini adalah sebuah miniatur kehidupan". Buat saya cenderung progress sampai akhir acara (dalam celoteh mereka, sang panitia). Begitu apa yang dikatakan sang komti, "selesaikanlah apa yang sudah kalian mulai". Ketika itu saya sadar saya sudah memulai ini dan saya akan berusaha untuk bertanggung jawab mengakhirinya dengan baik.
Disini saatnya saya menyimak apa yang terjadi di sekeliling. Sebuah totalitas itu ternyata diperlukan untuk mencapai sebuah hasil yang maksimal. Jadi gak mungkin lo cuma mau enak kalau ngejalaninnya setengah-setengah. Dari sini saya mau sebuah totalitas buat sebuah perubahan yang berarti. Mungkin sangat totalitas sampai-sampai tertunda untuk punya pacar. Saya tau kalau saya menjalin hubungan dengan orang lain yang tidak memahami benar bahwa telah terkurasnya seluruh energi yang saya punya, ya percuma. *maaf yang barusan cuma iklan dan saya tau ini melenceng. HAHAHA. Berat beban yang ditumpu seonggok badan dengan berat kurang dari 50 kg (efek kegiatan ini secara gak langsung buat saya kisut dan menyusut). Gak sedikit pengorbanan yang harus direlakan untuk mengakhirinya. Benar-benar menguras pikiran, tenaga, waktu. Tapi semua itu proses dimana saya pribadi menjadi lebih bijak.
ODF itu nano nano.. deg-deg an, unpredictable, hampir pingsan, nangis, tandu, pos medis, bentak-bentak, push up, bagan, asmoro, lari, capek, aus, pengen pulang, tertawa, rektor WCI, kuper (gak bakalan tau acara-acara perkumpulan anak muda), rok, celana bahan, telat makan, pembengkakan betis, penghematan biaya transport, yel-yel pribadi, kotor-kotoran, queen ODF 2010, unforgotable..
Ngantuk nih creatornya, maklum tengah malem ngeblog.
"Terus mana bagian cerita jadi queen-nya?"
"Yaudahlah gak usah diceritain juga udah pada tau kan? FOKUS WOY, udah tau saya ngantuk, masih aja nungguin ceritanya. KAPAL DULU LAH".
*caps cynn, salam hangat buat para panitia. thankyooouuuuh YEAH!!
ini postingan kok endingnya begini ya. haha. malah penasaran sama bagian "queen-nya." haha.
BalasHapushahaha, ntar ya bagian selanjutnya aja
BalasHapus