Rabu, 09 Februari 2011

I don't want to know your own world

"kamu masih marah?"
Maaf twitter dari kamu, sms kamu ga aku bales. Sengaja, mencoba menahan diri. Cuma bisa hembuskan nafas pendek.

Marah? Amarah itu memang singgah namun cuma sebentar. Kalau memang alasannya seperti itu, aku pun ga bisa berbuat apa-apa, merubah sedikit pun juga ga bisa.
Coba berdiam diri dan mencoba memahami. Sudah terlalu banyak harapan yang terbuang. Permasalahannya bukan dari alasan tapi dari cara sikapnya memutuskan sebuah keputusan. Kamu selalu berbuat seenaknya, selalu nyaman di dunia yang kamu buat sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain. "Kenapa selalu memberikan aku sebuah perandaian dan janji yang akhirnya ga bisa kamu lakukan?" Ah, rasanya cukup sudah kesabaran aku membuka hati untuk kamu.
Sudah ada niatan baik untuk menerima kamu kembali karena sebenarnya rasa sayang ini masih ada. Tapi kamu selalu berbuat semau kamu dan rasanya sikapmu yang seperti itu membuat aku pun sudah kehilangan untuk mempercayai semua ucapan-ucapanmu yang memintaku untuk kembali. Bahkan pikiran jelekku mengatakan itu hanya perandaian yang memang biasanya kamu ucapkan.

save the reason why I'm still here

0 komentar:

Poskan Komentar