Bukankah kita hidup pasti punya yang namanya tujuan?
ya,
semoga
AMIN
Rabu, 18 Mei 2011
Kamis, 21 April 2011
In a Relationship With
yang saya tau selalu muncul di homepage ketika orang baru mengganti status hubungannya dengan orang lain.
dan saya yakin saya telah berada di homepage kalian semua sekarang
dan saya yakin saya telah berada di homepage kalian semua sekarang
Rabu, 13 April 2011
I'm a Queen of One Day Fishing 2010
Sebuah perploncoan? yah awalnya emang mikir gitu. Merupakan sebuah rahasia yang tak asing lagi di sebuah Fakultas bernamakan Perikanan dan Ilmu Kelautan. Terus? Apa bagusnya? Apa istimewanya?
Jadi One Day Fishing itu adalah... (saya males buka kamus perikanan dan saya yakin istilah ini tidak asing di telinga orang - orang yang berkecimpung di dunia perikanan toh? Jikalau ada orang perikanan yang tidak memahami atau mengerti istilah ini, yah semoga waktu ada jadwal pembagian otak anda sempat menghadirinya). Disini saya bukan mau bercerita teknis mengenai si "one day fishing itu", tapi ini tentang sebuah masa perkenalan departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, PSP IPB.
Sebelumnya saya gak pernah tau ada acara beginian (kalo tau mah, mending dulu gak pilih jurusan ini). Tapi itu cuma pikiran sempit orang yang belum tau rasanya kaya apa. "RASAIN DULU BARU KOMENTAR" (Ibay, 2010). Makanya buat kamu.. kamu.. dan kamu.. (inget yel-yel pribadi seseorang), jangan ngaku jadi anak PSP kalo belum ngerasain ODF. "Lalu apa yang kalian dapat dari kegiatan ODF hari ini?", pertanyaan itu yang selalu muncul di akhir kegiatan temu kangen tiap minggu oleh panitia. Temu kangen..? Akrab banget kayaknya mas, mba? Ngapain sih repot-repot pake rok, celana bahan ke kampus? Alamaaaaak itu kuno banget, nurut banget sih lo mau aja ngikutin omongan kakak kelas lo. Emang dia siapa? Kan lo ke IPB tujuan lo cuma belajar, yang bayar uang kuliah lo pun orang tua lo. Emang kakak kelas lo mau bayarin uang kuliah lo? Aduh yang itu kayaknya juga harus beli tanah lagi buat melapangkan pemikiran yang cuma sepetak. "KALAU LO MAU MENJADI SEBUAH BAGIAN, YA LO HARUS IKUT ATURAN YANG BERLAKU DISITU", itu sih intinya.
Kurang lebih kami, PSP 46 FPIK IPB (ini buat yang lulus ODF loh, yang ga lulus ya sorry sorry aja yeh, gak usah ngaku-ngaku deh lo. Mending sekarang lo urusin deh tuh gimana caranya dapet predikat lulus ODF), menjalani masa perkenalan departemen kami tercinta kurang lebih selama satu semester. Bayangkan satu semester (itu adalah waktu yang sangat "singkat" bukan? "bukan !!"). PSP terkenal departemen yang terisi oleh orang-orang yang luar biasa. Buktinya semester 3 kami biasa menghabiskan jatah SKS sebanyak 36 SKS dengan mata kuliah mayor sebanyak 21 SKS dan sisa 15 SKS lainnya mata kuliah ODF. Luar biasa hebatnya bukan? Disini kita terbiasa membagi waktu antara kuliah, tidur (serius lo bisa tidur nyenyak?), main (yakin bisa main? bisa tidur aja udah bagus banget). Intinya manage waktu, itu yang penting.
Selama itu kita menjalin hubungan erat satu angkatan. Terus hal itu berjalan tanpa hambatan? "tidak" jawabannya. Hal tersulit adalah menggiring (bebek kali digiring), menyatukan pemikiran yang cenderung beda di tiap individu. Egois, perkelahian, adu pendapat, seenak jidat, acuh, mau menang sendiri, totalitas, peduli, kumpul angkatan, cekcok adu bacot, uji mental, kabur-kaburan (maaf buat orang yang merasa tersinggung) udah jadi pelajaran kita setiap hari. Selama kurang lebih satu semester kita dipersatukan, diperkuat dengan segala macam karakteristik yang beda. Susah-seneng, pegel, capek aus, lemes, nangis, ketawa, ngakak, guling-guling, koprol (ah berlebihan). Merasakan apa yang lain rasakan, terdengar basi atau klasik, tapi ya emang begitu kenyataannya. Lo gak tau kan kalau lo itu masih berlebih diantara yang kekurangan?
Awalnya, boro-boro saya merasakan secuil hal yang positif. Di mata saya semuanya sia-sia, cuma buang-buang waktu, negatif. "Yang di depan terserah deh lo mau ngomong apa, yang penting gue aman". Tapi itu berlangsung hanya di awal sampai pertengahan rangkaian kegiatan ini. Dari pertengahan sampai akhir rangkaian kegiatan saya merasa banyak manfaatnya. Di kehidupan luar ternyata memang dituntut seperti itu. "Ini adalah sebuah miniatur kehidupan". Buat saya cenderung progress sampai akhir acara (dalam celoteh mereka, sang panitia). Begitu apa yang dikatakan sang komti, "selesaikanlah apa yang sudah kalian mulai". Ketika itu saya sadar saya sudah memulai ini dan saya akan berusaha untuk bertanggung jawab mengakhirinya dengan baik.
Disini saatnya saya menyimak apa yang terjadi di sekeliling. Sebuah totalitas itu ternyata diperlukan untuk mencapai sebuah hasil yang maksimal. Jadi gak mungkin lo cuma mau enak kalau ngejalaninnya setengah-setengah. Dari sini saya mau sebuah totalitas buat sebuah perubahan yang berarti. Mungkin sangat totalitas sampai-sampai tertunda untuk punya pacar. Saya tau kalau saya menjalin hubungan dengan orang lain yang tidak memahami benar bahwa telah terkurasnya seluruh energi yang saya punya, ya percuma. *maaf yang barusan cuma iklan dan saya tau ini melenceng. HAHAHA. Berat beban yang ditumpu seonggok badan dengan berat kurang dari 50 kg (efek kegiatan ini secara gak langsung buat saya kisut dan menyusut). Gak sedikit pengorbanan yang harus direlakan untuk mengakhirinya. Benar-benar menguras pikiran, tenaga, waktu. Tapi semua itu proses dimana saya pribadi menjadi lebih bijak.
ODF itu nano nano.. deg-deg an, unpredictable, hampir pingsan, nangis, tandu, pos medis, bentak-bentak, push up, bagan, asmoro, lari, capek, aus, pengen pulang, tertawa, rektor WCI, kuper (gak bakalan tau acara-acara perkumpulan anak muda), rok, celana bahan, telat makan, pembengkakan betis, penghematan biaya transport, yel-yel pribadi, kotor-kotoran, queen ODF 2010, unforgotable..
Ngantuk nih creatornya, maklum tengah malem ngeblog.
"Terus mana bagian cerita jadi queen-nya?"
"Yaudahlah gak usah diceritain juga udah pada tau kan? FOKUS WOY, udah tau saya ngantuk, masih aja nungguin ceritanya. KAPAL DULU LAH".
*caps cynn, salam hangat buat para panitia. thankyooouuuuh YEAH!!
Rabu, 09 Februari 2011
I don't want to know your own world
"kamu masih marah?"
Maaf twitter dari kamu, sms kamu ga aku bales. Sengaja, mencoba menahan diri. Cuma bisa hembuskan nafas pendek.
Maaf twitter dari kamu, sms kamu ga aku bales. Sengaja, mencoba menahan diri. Cuma bisa hembuskan nafas pendek.
Marah? Amarah itu memang singgah namun cuma sebentar. Kalau memang alasannya seperti itu, aku pun ga bisa berbuat apa-apa, merubah sedikit pun juga ga bisa.
save the reason why I'm still here
Coba berdiam diri dan mencoba memahami. Sudah terlalu banyak harapan yang terbuang. Permasalahannya bukan dari alasan tapi dari cara sikapnya memutuskan sebuah keputusan. Kamu selalu berbuat seenaknya, selalu nyaman di dunia yang kamu buat sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain. "Kenapa selalu memberikan aku sebuah perandaian dan janji yang akhirnya ga bisa kamu lakukan?" Ah, rasanya cukup sudah kesabaran aku membuka hati untuk kamu.
Sudah ada niatan baik untuk menerima kamu kembali karena sebenarnya rasa sayang ini masih ada. Tapi kamu selalu berbuat semau kamu dan rasanya sikapmu yang seperti itu membuat aku pun sudah kehilangan untuk mempercayai semua ucapan-ucapanmu yang memintaku untuk kembali. Bahkan pikiran jelekku mengatakan itu hanya perandaian yang memang biasanya kamu ucapkan.
Sudah ada niatan baik untuk menerima kamu kembali karena sebenarnya rasa sayang ini masih ada. Tapi kamu selalu berbuat semau kamu dan rasanya sikapmu yang seperti itu membuat aku pun sudah kehilangan untuk mempercayai semua ucapan-ucapanmu yang memintaku untuk kembali. Bahkan pikiran jelekku mengatakan itu hanya perandaian yang memang biasanya kamu ucapkan.
Jumat, 21 Januari 2011
Relakan
Hati ini masih tergoncang akan semua cinta yang sia-sia. Masih sangat sulit untuk melupakan yang lalu. Namun saat itu aku bertemu kau dan dia. Aku pun tak kuasa menahan pedih ini sendirian. Kamu pun memberikan secercah harapan dan sebongkah kebahagiaan. Aku lihat itu semua dari caramu melihat mataku lekat-lekat. Dari bahasa tubuhmu yang inginkan ku terus terjaga. Terkadang lucu juga, kita mulai perkenalan kita dari binatang kecil yang terus berputar-putar. Panggilan yang mengisyaratkan tentang 'cinta'. Namun diri ini masih dalam kebimbangan. Takut untuk terus memulai dan tak ingin dirimu hanya menjadi sebuah pelampiasan dari akhirnya sebuah cinta. Aku perlu ketenangan..
Begitu juga ada kehadiran dia yang juga menyita pikiranku. Aku tau ini sulit. Kamu dan dia tak ada hentinya untuk terus mendekat. Dan aku tau, perhatianku lebih besar untukmu. Namun hati ini terus terbentur oleh yang namanya keputusan. Tapi aku harus cepat menentukannya sebelum ini semua berlarut di tengah rasanya tergoncang dan bimbang. Dan aku putuskan untuk tidak untuk keduanya. Bukan dia atau pun kamu.
Berat memang rasanya, tapi inilah sebuah kehidupan. Hidup itu pilihan. Lama rasanya tak punya waktu untuk bersamamu. Bahkan aku tak tau bagaimana kabar si binatang kecil yang telah mempertemukan kau dan aku. Karena aku dihadapkan pada suatu hal yang sangat menyita waktu, energi, dan pikiran. Aku biarkan rasa ini terus hambar mengambang. Mungkin jika suatu saat kamu ternyata dengan yang lain, harusnya tak pernah ku sesali dulu aku pernah menyia-nyiakan akan kehadiranmu.
Tapi sepertinya hal itu terjadi. Karena belum lama aku tau kamu dekat dengan yang lain, disaat hal yang menyita waktu ku belum sepenuhnya selesai. Ingin rasanya aku pun punya waktu yang bisa ku bagi denganmu, namun sepertinya semua ini terlambat. Mungkin sudah sepantasnya aku relakan dirimu dengan bercampur rasa aneh ini.
*A..... S.... M....*
Langganan:
Postingan (Atom)