Selasa, 10 Agustus 2010

trauma tingkat internasional

tiap kali putus cinta
pasti sulit untuk ngelupain orang spesial
wanita pasti meneteskan air mata di setiap dia tak mampu berbuat apa-apa
tapi saya biasanya membanjirkan air mata. HAHAHA
nangis terisak isak, sampe susah napas
boros tissue, jelas
mata bengkak, apalagi

inti permasalahannya adalah..
trauma berkepanjangan setelah smuanya berakhir
suka mikir ke belakang 'salah gue apa?'

takut, takut untuk memberi kesempatan untuk orang lain
takut untuk ngejalanin hubungan yg lebih dekat sm orang lain
takut nantinya terulang lagi sakit hati yg pernah dirasain
takut nantinya nyakitin orang lain
takut terlalu cepat dalam mengambil keputusan
takut terlalu cepat jatuh cinta


jadi yaa sekarang saya begini adanya
tunggu dulu, saya masih susah nentuin keputusan

Minggu, 08 Agustus 2010

(kembali) tutup buku

ini berangkat dari sebuah rasa sakit yang begitu mendalam
lagi-lagi putus cinta

baru pertama kalinya ngejalanin sm orang yg seperti itu adanya
dengan berbagai macam keunikan, dominan cuek, mgkn sesekali perhatian (resesif)
walaupun harus menelan semua sifat dominannya
dan dari keunikan itu saya bertahan
dari keunikan itu saya sayang kamu
skrg saya ga yakin dulu kamu balik sayang juga
banyak cerita muncul ke permukaan
semakin membawa saya jatuh terperosok
salah saya begitu menyayanginya
nyesel banget pernah membanjirkan air mata

suka keinget smsnya
lagu beautiful girl yg dia nyanyiin
lagu you yg dia kirim
julukan aneh yg dia panggil
film 'remember me'
saat dia pentas
cara dia ngomong
sorot matanya
hal yang dia benci
tempat makan yang paling sering ia kunjungi
saat ia mendekap tangan ini dengan hangat
biolanya ~

namun disaat pikiran ini tersadar
dan harus menghapusnya cepat cepat
kembali saya teringat seberapa busuknya dari cerita yg muncul ke permukaan
sakit hati ini belum sembuh benar
mungkin Allah punya rencana lain
ini yg saya simpan dalam hati
ambil hikmah dari setiap kejadian yang ada
kadang kita harus menangis dulu untuk merasakan bahagia
ikhlasin semuanya
kamu berhak bahagia

kembali saya tutup buku pintu hati saya
lalu menguncinya
entah sampai kapan bisa kembali terketuk
lalu perlahan membukanya

Sabtu, 22 Mei 2010

entahlah

banyak
banyak sebenernya yang datang
tapi saat aku lelah manghadapi semua orang yang cuma lalu lalang melintang
diri ini cuma butuh kepastian dari sekian banyak ketidakpastian
tak butuh banyak, aku hanya butuh satu
yang bisa mengusir sepi
cuma itu
lalu singkat saja
datang satu yang pasti
dengan waktu yang singkat juga
aku sangat menghargai rasa itu
tapi butuh proses untuk memahami semuanya
sulit memang
sampai saat ini pun terasa sulit