Jumat, 30 Januari 2009

rindu

Sekilas aku pandangi fotomu yang terpajang rapi di ruang tamu.
senyum merekah terpancar dari wajahmu
bening, bersih, tak terlihat sedih di raut wajahmu
foto itu foto terakhir sebelum kau meninggalkan kami disini
suara itu masih teringat, lembut. .

andai saja waktu itu..
aku ingin sekali mengulang waktu
aku ingin bicara
aku sayang

saat kuusap dahimu
hati ini menjerit
tak kuasa
dingin. .
sedih, tangis. .

kau pernah berjanji akan rencana di hari ulang tahunku yang ke-17
tapi tak sampai hari itu kau telah jauh dariku
tahun ini genap usiaku 18 tahun
28 februari 2009
aku sayang dirimu

salam kecup hangatku disini
semoga kau temukan kebahagiaan disana

eyang uti~

Jumat, 23 Januari 2009

Pertentangan Hati

dimana hati ini mestinya disandarkan?
kian lama kian memberontak
lalu sesak, bergejolak relung jiwa
dihadapkan pada suatu masalah tak berujung
lalu tak tahu apa yang harus ku perbuat
berteriak, lari, lalu menangis dalam-dalam
isak kemudian berhenti

kutemukan sebuah lilin kecil di tengah redupnya rasa ini
lalu sepercik cahaya yang menyilaukan
seolah datang menghampiri
sekelebat bayanganmu hilang
tak tentu arah
hilang, lalu datang, lalu hilang lagi
pergi ke arahku, lalu ke arahnya
ingin ku menangkap cahayanya
lalu kudekap dan tak ingin kulepas
apa daya
tangan tak sampai
tak bisa merengkuhnya

si lilin tetap bercahaya
tapi tak bisa menyadari sekelilingnya
ia tetap kesana kemari tanpa beban
tanpa merasakan
tanpa tahu siapa yang berusaha meraihnya
disini aku butuh
namun terus pergi ke arahnya
tanpa menoleh ke belakang

pergi tanpa pesan. .

tatapan kosong

Pernah, bahkan sering. Seketika pikiran kosong tak berarah. Pikiran melayang sejauh-jauhnya lalu hilang sebuah bayangan.

Kosong, hampa, beban. .

Allahurabbi aku punya pinta,
kabulkan doa, mohon, dan harapku.
Aku tak tahu apa yang akan terjadi nanti, esok, lusa, yang akan datang.
Semua kehendakMu.
Namun aku pinta yang terbaik.
Yang bisa aku persembahkan untuk kedua orang tuaku.
Sebagai wujud ku bersimpuh padanya.
Tapi diri ini tak kuasa.
Tak bisa apa-apa.

Allahurabbi..
Permudahkanlah jalanku